Beranda > Editorial, Liga Inggris > IAN HARTE: Terlahir Kembali Bersama Reading

IAN HARTE: Terlahir Kembali Bersama Reading



Ian Harte (kiri) pada pertandingan Reading vs QPR di Divisi Satu Liga Inggris

Ada satu pemain yang wajib diwaspadai Manchester City saat menjamu Reading pada perempat final Piala FA di City of Manchester Stadium, Minggu (13/3). Ian Harte.

Bek kiri asal Republik Irlandia itu kembali.

Follow penulis blog Catatan Bola di @zulfikaralex

Setelah karirnya hampir berakhir, musim ini Harte mencoba bisa promosi dari divisi satu ke Premier League bersama Reading.

Harte dikenal ketika masih bersama Leeds United. Spesialis tendangan bebas kaki kiri itu turut membawa Leeds ke semifinal Piala UEFA dan semifinal Liga Champions satu dekade lalu.

Saat Leeds bangkrut dan terdegradasi, Harte mencoba peruntungan di La Liga bersama Levante. Tiga musim di Spanyol, ia balik lagi ke Inggris bersama Sunderland.

Cedera dan usia yang tak lagi muda membuat ia tak pernah masuk tim inti The Black Cats. Sempat dipinjamkan ke Blackpool, Harte kemudian gabung tim divisi dua, Carlisle United.

Cukup satu musim di Carlisle, karirnya kembali moncer. Ia sempat membawa Carlisle ke final Johnstone Paint Trophy di Wembley sebelum dikalahkan Southampton 4-1. Itu adalah satu-satunya penampilan Harte di Wembley.

Meski kecepatannya menurun di usia 33 tahun, tendangan bebas Harte tetap moncer. Total 26 gol telah ia cetak dalam dua musim terakhir, mayoritas dari tendangan bebas dan penalti.


Glory Day: Ian Harte saat masih bersama Leeds United

Tendangan bebasnya masih sama keras dan akurat seperti saat ia masih 26 tahun, membawa Leeds imbang 3-3 lawan Lazio di Elland Road.

Khusus untuk lawan City, Harte mengaku melakukan latihan khusus dengan bola Umbro, bola resmi Piala FA, yang berbeda dengan bola Mitre, bola kompetisi divisi satu Liga Inggris (Championship).

“Aku hanya berlatih hari ini karena bola Umbro sedikit berbeda dengan bola Mitre yang biasa kami mainkan,” kata Harte kepada Dailymail.

Mengenai karirnya yang sempat menukik ke divisi dua selepas dari Leeds dan Spanyol, Harte mengatakan, “Aku sempat berpikir karirku telah habis,”

“Kadang anda harus berjalan selangkah ke belakang, bermain di divisi bawah, dan berharap kualitas anda bersinar lagi dan mendapat hasil yang bagus dari proses itu,”

“Bermain di Carlisle bukan karena uang. Aku masih ingin bermain dan hal terpenting di Carlisle adalah aku bisa bermain terus tiap pekan.

“Bahkan sampai sekarang, aku masih bermain karena menikmatinya. Aku tak lagi muda tapi siapa tahu aku mungkin masih bisa main satu tahun lagi untuk Reading (di Premier League),”

Selama berkostum Reading, Harte mencetak delapan gol dalam 30 pertandingan, membawa Reading bersaing di jalur play off dan promosi ke Premier League musim depan.

Video: Cuplikan gol-gol Harte

Menurut pelatih Reading Brian McDermott, ia membawa Harte ke Madjeski Stadium bukan hanya karena pengalamannya, tapi juga demi gol-gol dari set piece Harte.

Sebelum memastikan tiket perempat final lawan City, Reading membuat kejutan dengan mengalahkan tim Premier League Everton yang pada babak sebelumnya menyingkirkan juara bertahan Piala FA, Chelsea.

Bukan tak mungkin Reading dengan Ian Harte-nya kembali membuat kejutan untuk kembali promosi ke Premier League musim depan.

Baca juga: Kembalinya Ian Harte, Raja Tendangan Bebas Kaki Kiri

Follow Catatan Bola di Twitter Join Catatan Bola di Facebook

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: