Beranda > Editorial > Sensasi Spurs di White ‘Hot’ Lane

Sensasi Spurs di White ‘Hot’ Lane



“Kami ke perempat final. Bila anda mengatakan hal ini dua tahun lalu, anda bisa disebut gila,” Itulah kalimat pertama dari Harry Redknapp setelah timnya menyingkirkan juara Eropa tujuh kali AC Milan.

Follow penulis blog Catatan Bola di @zulfikaralex

Seluruh fans Spurs boleh jadi memang sedang ‘gila’. Sama seperti Harry Redknapp. Spurs sejajar dengan Barcelona di antara delapan klub terbaik Eropa.

Ini adalah musim debut Spurs di Liga Champions. Setelah kemenangan di San Siro, William Gallas dkk tahu mereka akan melakukan apa saja untuk ke perempat final.

Bahkan sampai hari ini, Tottenham sebenarnya ‘sudah cukup puas’ bisa lolos penyisihan grup.

Tapi menumbangkan Rossoneri di San Siro disertai amukan Gennaro Gattuso menjadi lanjutan langkah fantastis Spurs.

“Apa yang kami capai adalah mimpi yang tak mungkin terjadi. Tak ada yang mengira ini akan terjadi,” kata Redknapp tentang pencapaian pemain-pemainnya.

Musim ini semuanya berubah. Musimnya Spurs.

Di liga, mereka hanya berjuang untuk delapan besar. Tapi musim yang istimewa untuk Spurs sudah dimulai saat Youness Kaboul mencetak gol penentu kemenangan di Emirates awal musim ini.

Tottenham memang bukan Manchester United yang punya tradisi Eropa. Peter Crouch tak mungkin memainkan tiki-taka ala Barcelona. Redknapp bahkan memuji Arsenal sebagai tim dengan umpan-umpan pendek terbaik di liga.

Spurs hanya berjarak empat pertandingan lagi dari rekor Leeds United satu dekade lalu. Menjadi klub non ‘big four’ yang melaju hingga semifinal Liga Champions.

Harry Redknapp mengaku tak ingin jumpa Barca di perempat final, tapi di sepak bola apa pun bisa terjadi.

Sejarah juga mencatat bahwa sejak musim 2003/04 tim yang mengalahkan Arsenal selalu gagal di babak berikutnya. Siapa tahu Barcelona akan tersandung dari tim-tim seperti Schalke, Shakhtar Donetsk, bahkan Spurs.

Michael Dawson yakin timnya yang tak punya target apa-apa di Liga Champions tahun ini bakal melangkah tanpa beban ke final.

Mengikuti jejak Liverpool di era Rafa Benitez yang mengejutkan Eropa saat juara tahun 2005 lalu?

Mimpi yang mustahil, kata Redknapp.

Mimpi yang sangat dekat, untuk Spurs.

Tak perlu jauh-jauh ke Istanbul. Cukup di kota sendiri. London.

Wembley.

Baca juga: White ‘Hot’ Lane, Spurs!

Follow Catatan Bola di Twitter Join Catatan Bola di Facebook

  1. 30/01/2014 pukul 10:51

    I enjoy what you guys tend to be up too. This sort of clever work and reporting!
    Keep up the awesome works guys I’ve added you guys to blogroll.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: