Beranda > Editorial, Liga Inggris > EPL Menunggu Grayson dan Leeds

EPL Menunggu Grayson dan Leeds



MARCHING ON: Simon Grayson membawa Leeds mulai bangkit dari keterpurukan

Tak mudah membangunkan raksasa tidur. Tapi Simon Grayson membuktikan ia mampu membangun kembali Leeds United dan siap membawa The Whites kembali ke tempat asalnya: Premier League!

23 Desember, tepat dua tahun Simon Grayson menjadi pelatih Leeds United. Saat Natal 2010 ini, Leeds bertengger di posisi runner up divisi satu, mulai menggeliat setelah hampir satu dekade semifinalis Piala UEFA 1999 dan semifinalis Liga Champions 2000 ini jatuh ke kasta bawah sepakbola Inggris.

Oleh suporter Leeds, 23 Desember diperingati sebagai Grayson Day, termasuk saya yang menulis beberapa twit berhashtag #GraysonDay.

Ketika Grayson menggantikan Gary McAllister pada 22 Desember 2008, Leeds baru saja mengalami lima kekalahan beruntun, termasuk kalah di Piala FA dari tim amatir Histon. Sebagai catatan, gol tunggal Histon dicetak oleh pemain yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pos.

Debut Grayson bersama Leeds adalah imbang 1-1 menjamu Leicester City pada Boxing Day 2008. Uniknya, pada Boxing Day tahun ini, Minggu 26 Desember, Grayson juga akan menghadapi mantan klubnya itu di Elland Road.

Blackpool, tim yang dilatih Grayson sebelumnya, sempat menuduh pemilik Leeds Ken Bates ‘membajak’ Grayson. Namun pelatih Blackpool sekarang, Ian Holloway, mengakui Grayson membangun pondasi Blackpool yang saat ini bermain di top flight division, Premier League.


KLASIK: Gol tunggal Beckford mempermalukan Manchester United di Old Trafford

Akhir musim 2008/09 Grayson membawa Leeds ke playoff namun tersingkir oleh Millwall. Semusim kemudian, tiket promosi otomatis diraih dari posisi runner up di bawah Norwich City.

Musim 2009/10 juga diwarnai kemenangan historis 1-0 atas rival tradisional Manchester United di Old Trafford via gol Jermaine Beckford, sekarang di Everton.

Grayson dapat banyak tawaran dari tim-tim Premier League. Menurut Bates, Grayson hanya fokus ke Leeds dan belum memikirkan Premier League. Kalaupun nanti ke Premier League, Grayson ingin bersama Leeds.


SUPER BECKS: Top skor Leeds hingga 2009/10, Jermaine Beckford

Ken Bates yang mantan pemilik Chelsea itu juga dengan bangga mengumumkan hutang Leeds saat ini adalah NOL. Sebuah pencapaian luar biasa karena saat terdegradasi dari Premier League, Leeds menanggung hutang hingga 100 juta pounds, hasil belanja besar-besaran untuk Mark Viduka, Rio Ferdinand, Robbie Keane, hingga Robbie Fowler dkk era David O’Leary.

Awal musim 2010/11 di divisi satu, Leeds diprediksi hanya berkutat di papan bawah. Maklum saja, banyak tim-tim kuat mantan Premier League yang bermain di sini, mulai Middlesbrough, Burnley, hingga Portsmouth.

Pembelian pemain Leeds juga tak terlalu jor-joran. Hanya dua pemain yang dibeli tanpa free transfer, yakni kiper Kasper Schmeichel dan striker Ross McCormack. Sisanya adalah pemain-pemain gratisan atau pinjaman, salah satunya adalah winger muda Arsenal Sanchez Watt dan bek Bolton, Andy O’Brien.

Skuad Leeds saat ini dihuni pemain-pemain yang kurang familier dengan fans sepakbola di tanah air, kecuali anda benar-benar freak Liga Inggris atau Football Manager.


GLORY DAY: 8 Mei 2010, suporter Leeds tumpah ke lapangan di stadion Elland Road usai pertandingan terakhir musim 2009/10 lawan Bristol Rovers yang memastikan tiket promosi ke Championship


Striker Leeds, Luciano Becchio , diarak di tengah lapangan saat pesta promosi

Di bawah mistar ada Kasper Schmeichel, anak kandung kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel.

Di lini belakang, cedera bek timnas Australia Patrick Kisnorbo mampu digantkan oleh kapten Richard Naylor dan Lee Collins, eks pemain Birmingham Alex Bruce, serta mantan pemain Sheffield United, Leigh Bromby. Selain muka baru pemain pinjaman dari Bolton, Andy O’Brien dan bek kiri George McCartney (Sunderland).

Di lini tengah, kematangan Robert Snodgrass, Jonny Howson, dan Neil Kilkenny menjadi kunci kesolidan Leeds, selain gelandang Brad Johnson yang dalam pembicaraan perpanjangan kontrak.

Hengkangnya top skor klub, Jermaine Beckford, mampu ditutupi oleh striker asal Argentina, Luciano Becchio. Mantan pemain Barcelona B itu adalah rekan satu tim Carlos Tevez di tim junior Boca. Prosuktifitas Becchio musim ini juga meningkat dan baru saja memperpanjang kontrak selama tiga tahun.

Selain Becchio, masih memiliki striker lain seperti Ross McCormarck, Billy Paynter, striker timnas Afrika Selatan Davide Somma, serta winger lincah Arsenal, Sanchez Watt.

Perjalanan Leeds paruh pertama 2010/11 sempat naik turun dan memasuki periode negatif saat kalah 0-4 di kandang dari Cardiff City (dengan duet Craig Bellamy dan Jay Bothroyd-nya) serta kalah 4-6 dari tim papan bawah Preston North End meski sempat unggul 4-1 di babak pertama!

Bahkan, kembalinya Leeds ke divisi satu untuk pertama kali sejak tahun 2007 ini juga diawali dengan hasil negatif, yakni kalah 1-2 di kandang sendiri dari Derby County.

Namun usai dihajar Craig Bellamy dkk 0-4, Leeds mulai membaik dan tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir, enam kemenangan dan tiga seri, membuat Luciano Becchio dkk bertengger di peringkat dua, runner up di bawah pimpinan klasemen Queens Park Rangers (QPR), tim yang dikalahkan Leeds 2-0 seminggu sebelum Natal.


Davide Somma dan Luciano Becchio, duet andalan Leeds mencari tiket ke Premier League

Meski berpeluang meraih promosi sensasional ke Premier League, Grayson tetap merendah dengan mengatakan, “Target kami musim ini tetap tak berubah, yaitu konsolidasi.

“Ini semua terjadi begitu cepat. Tentu saja saya sangat bangga dengan hasil ini. Prioritas pertama saya adalah mengembalikan kemenangan dan memperbanyak poin di kandang untuk memberi sesuatu kepada suporter kami yang sangat luar biasa,”

“Ada banyak momen bagus dan saya sangat bangga dengan pencapaian kami sebagai sebuah tim sepakbola,” jelas Grayson mengenai dua tahun kebersamaannya dengan Leeds.

Total, Grayson telah memainkan 111 pertandingan bersama Leeds dengan catatan 62 menang, 23 imbang, dan 26 kalah. Ia berada di urutan ketiga setelah Kevin Blackwell dan manajer Leeds terlama, David O’Leary.

Meski di level yang lebih bawah, Grayson mencatat rekor prosentase kemenangan tertinggi dalam sejarah manajer Leeds dengan catatan 55,86%, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang manajer legendaris Don Revie 52,2% dan Howard Wilkinson 43,25%.

Apapun yang terjadi dengan Leeds United di akhir musim 2010/11 nanti, entah itu promosi otomatis, playoff, atau sekedar memenuhi target konsolidasi di divisi satu, menjadi sebuah momentum yang sangat positif setelah tahun-tahun kelam dalam sejarah Leeds United.

Follow penulis blog Catatan Bola di @zulfikaralex

Follow Ongisnade di Twitter Join Catatan Bola di Facebook

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: