Beranda > Editorial, Liga Inggris > Chelsea Takut Salju… Atau Manchester United?

Chelsea Takut Salju… Atau Manchester United?



Big match Super Sunday antara Chelsea vs Manchester United (19/12) ditunda karena salju. Namun keputusan The Blues menunda pertandingan 72 jam sebelum kick off mengundang pertanyaan. Apakah Chelsea takut dengan salju, atau takut dengan Manchester United?

Akhir pekan kemarin Inggris dan daratan Eropa Utara dilanda salju hebat yang mengganggu semua sistem, mulai transportasi hingga dibatalkannya puluhan jadwal pertandingan sepakbola, termasuk Premier League.

Hanya ada DUA dari sembilan pertandingan yang bisa digelar, yakni Sunderland vs Bolton dan Blackburn vs West Ham. Pihak Chelsea pada situs resminya mengatakan bahwa pertandingan ditunda kurang dari 24 jam dengan alasan keamanan dan keselamatan karena salju tebal di London.

Alasan yang bisa diterima? Mungkin iya, setidaknya bila anda melihat foto di bawah ini.


MERIAM BEKU: Kondisi di luar Emirates Stadium yang tertutup salju tebal

Tapi anda akan kaget bila melihat kondisi di Stamford Bridge yang sebenarnya, dimana dari foto webcam terlihat kondisi lapangan di markas Chelsea itu cukup ‘bersih’ dari salju dan sangat mungkin untuk menggelar pertandingan.


Foto kondisi Stamford Bridge, Sabtu (18/12)

Apakah pihak Chelsea terlalu pesimis salju akan kembali turun dan sistem penghangat di Stamford Bridge tak jalan? Well, Roman Abramovich tampaknya harus melihat bagaimana pertandingan Ipswich vs Leicester di Championship (divisi satu) masih bisa digelar walau dengan kondisi lapangan seperti di bawah ini.


SEPAKBOLA ATAU SKI ES? Kondisi lapangan di stadion Portmand Road, Ipswich vs Leicester

Pada pertandingan di Portmand Road itu, Ipswich menang 3-0 dan sedikit ‘menyelamatkan’ posisi pelatih Roy Keane, meski dari kubu Leicester yakni pelatih Sven Goran Eriksson sempat geram dengan keputusan wasit Stuart Atwell yang tetap menggelar pertandingan di atas salju tebal.

“Ini memalukan karena dilihat seluruh dunia dan jutaan orang. Tak ada orang yang ingin melihat sepakbola di atas lapangan seperti ini. Bahkan di Swedia orang akan langsung main ski,” kecam Eriksson.

Kredibilitas Premier League sebagai liga terbaik di dunia pun dipertanyakan karena pada saat bersamaan, ada TUJUH pertandingan di divisi satu yang masih bisa digelar, meski juga diwarnai turunnya salju.

Tentunya kita tak ingin melihat laga Chelsea vs Manchester United di atas lapangan putih, namun melihat kondisi terakhir di Chelsea dibandingkan dengan di Ipswich, Super Sunday di Stamford Bridge masih sangat mungkin untuk digelar.

Pembatalan ini membuat frustasi fans United, yang sangat ingin melihat timnya memperpanjang rekor tak terkalahkan musim ini sekaligus unggul enam poin dari Chelsea saat Natal.

Alih-alih unggul enam poin, fans United justru berpotensi mendapat kado Natal istimewa: Manchester City di puncak klasemen saat Natal! Dengan catatan, City mengalahkan Everton hari Senin (20/12).

Bagi Chelsea -termasuk Roman dan Ancelotti- pembatalan pertandingan ini menjadi kado Natal spesial, karena Chelsea sedang menghadapi krisis manajerial dan anjloknya prestasi mereka dengan hanya satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir.

Follow penulis blog Catatan Bola di @zulfikaralex

Follow Ongisnade di Twitter Join Catatan Bola di Facebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: