Beranda > Editorial, Liga Inggris > Chris Hughton dan Opera Sabun Newcastle

Chris Hughton dan Opera Sabun Newcastle


Newcastle United mengakhiri kerjasama (baca: memecat) pelatih sekaligus manajer Chris Hughton pasca kekalahan 1-3 dari West Brom, Minggu (5/12).


DIPECAT: Pelatih kharismatik Newcastle, Chris Hughton, meninggalkan The Magpies saat tim promosi itu mulai ‘mapan’ di papan tengah Premier League

Seperti rilis pada situs resmi Newcastle:

“Newcastle United Football Club hari ini mengakhiri kerjasama dengan manajer Chris Hughton. Direksi klub berterima kasih atas jasa Chris Hughton dalam masa transisi klub dari Championship (divisi satu) ke Premier League. Klub berharap ia mendapatkan yang terbaik di masa depan,”

Sungguh menggelikan membaca berita ini. Bagaimana pemilik Newcastle, Mike Ashley, ‘tega’ memecat pelatih yang musim lalu memberi gelar juara liga (Championship) dengan total 102 poin untuk membawa The Magpies kembali ke top flight football setelah terdegradasi pada akhir musim 2008/09.

Sebagai catatan, saat ini Newcastle berada di peringkat 11 Premier League. Sebelas! Posisi ‘mid table’ yang sangat bagus untuk ukuran sebuah tim promosi. Posisi yang bukan tidak mungkin Newcastle masih bisa meraih tiket Eropa.

Kapten Newcastle, Kevin Nolan, dikabarkan terkejut dan kaget mengetahui pelatih yang dikenal sangat dekat dengan pemain itu tiba-tiba diberhentikan oleh Ashley.

Anda bisa membayangkan bagaimana Hughton, yang musim ini memberi kemenangan 5-1 pada derby lawan Sunderland, juga kemenangan 6-0 atas Aston Villa, mengalahkan Arsenal di Emirates, dan menahan imbang Chelsea.

Hughton bahkan pantas mendapat kontrak baru bersama Toon Army, dengan kualitas pemain yang dimiliki Newcastle musim ini, termasuk kembalinya si anak bengal Joey Barton serta makin meroketnya pemilik nomor 9 baru Newcastle, Andy Carroll.


Andy Carroll, kepercayaan penuh dari Hughton sejak di divisi satu hingga dapat kehormatan memakai kostum nomor 9 yang keramat di Newcastle

Satu-satunya manajer berkulit hitam di Premier League itu bisa membangun konsistensi dan menguatkan pondasi Newcastle pada musim pertama mereka di top flight football, sebelum -mungkin- akan benar-benar mengejar gelar, kembali ke jajaran elit, atau tiket Eropa musim depan.

Hughton membangkitkan kembali semangat Newcastle yang terpuruk pasca terdegradasi dua musim lalu, ketika Mike Ashley terbukti salah saat memecat Sam Allardyce, Kevin Keegan, menunjuk Dennis Wise sebagai direktur sepakbola, hingga mendatangkan Alan Shearer untuk menyelamatkan Toon Army, namun hanya berujung pada satu hasil: degradasi.

Ketika berkubang di Divisi Satu, Hughton mengumpulkan kembali sisa-sisa kejayaan dalam fanatisme suporter Newcastle, membangkitkan semangat tanding pemain di luar gemerlapnya Premier League, seperti Jonas Gutierez, Fabricio Coloccini, hingga Peter Lovenkrands.

Musim ini, Hughton memang sudah diprediksi menjadi salah satu manajer yang bakal dipecat sebelum Natal, namun tidak dengan cara seperti ini, setelah Newcastle mulai mapan di papan tengah, termasuk menang telak 5-1 pada Derby Tyne-Wear lawan Sunderland, menang 6-0 lawan Aston Villa, dan meraih kemenangan pertama dalam sejarah klub di Emirates Stadium.


BINTANG LIMA: Kemenangan heroik 5-1 atas rival mereka, Sunderland, pada Tyne-Wear Derby pun tak mampu menyelamatkan nasib Hughton di Newcastle

Apa yang dipikirkan Ashley? Membayangkan (tim promosi) Newcastle berada di big four dengan manajer sekelas Carlo Ancelotti? Sebuah lelucon bagi publik St James Park.

Sudah hampir separuh kompetisi dan Newcastle akan survive dengan mission accomplished, finish di papan tengah. Namun keputusan memalukan Mike Ashley dengan memecat pelatih kharismatik Chris Hughton, siapa yang tahu Newcastle bakal kembali terjun bebas?

Karena di laga pertama tanpa HUghton akhir pekan ini, Newcastle akan menghadapi Liverpool yang mulai bangkit dari keterpurukan mereka di awal musim.

Siapa pengganti Hughton? Martin Jol? Alan Pardew? Atau bahkan Shearer (lagi)? Tampaknya Kevin Nolan dkk serta fans Newcastle masih belum percaya mereka kehilangan Chris Hughton.

Kekecewaan yang bisa berujung penyesalan di akhir musim. Tapi satu orang di St James Park yang mungkin tak akan menyesal, siapa lagi kalau bukan Mike Ashley.

Newcastle United kini tak ubahnya sebuah opera sabun dengan Mike Ashley sebagai penulis skenario, namun tak tahu bagaimana akhir kisahnya.

Follow penulis blog Catatan Bola di @zulfikaralex

Follow Ongisnade di Twitter Join Catatan Bola di Facebook

  1. 27/06/2013 pukul 06:38

    Wow, marvelous weblog layout! How lengthy have you ever been running a
    blog for? you make running a blog look easy. The whole glance of
    your site is wonderful, let alone the content!

  2. 07/07/2013 pukul 16:04

    Wonderful beat ! I would like to apprentice while you amend your web site, how could i
    subscribe for a blog web site? The account helped me a acceptable deal.

    I had been tiny bit acquainted of this your broadcast offered bright clear concept

  3. 13/07/2013 pukul 10:45

    Hi there just wanted to give you a quick heads
    up. The words in your article seem to be running off the screen in Internet explorer.
    I’m not sure if this is a formatting issue or something to do with internet browser compatibility but I figured I’d post to let you know.
    The design and style look great though! Hope you get the problem fixed
    soon. Cheers

  4. 21/07/2013 pukul 15:12

    They also said he had only seen a uti relief products nurse and
    a registrar with four months experience in the field grew by some 40% last month,
    it turned out to be socially embarrassing.

  5. 29/08/2013 pukul 13:03

    Howdy! This post could not be written any better! Reading this post reminds me of my old room mate!

    He always kept chatting about this. I will
    forward this page to him. Pretty sure he will have a
    good read. Thanks for sharing!

  6. 06/04/2014 pukul 16:23

    Johnny-on-the-spot (30 points) Give 100 Ammo Packs to teammates
    in multiplayer. In 1961, two MIT students created what is
    now considered the ‘first’ PC game for the PDP-1, called Spacewar.
    You can get common vessel sinks in lots of varied products like china, ceramic, bronze, glass and clay.

  7. 09/07/2014 pukul 08:05

    Hello are using WordPress for your blog platform? I’m new to the blog world but I’m trying to get started and set up my own. Do
    you need any html coding knowledge to make your own blog?
    Any help would be really appreciated!

  8. 12/06/2015 pukul 08:32

    Undeniably believe that which you said. Your favorite
    reason appeared to be on the internet the easiest thing to bear in mind of.
    I say to you, I definitely get irked whilst folks consider issues
    that they plainly don’t understand about. You managed to hit the
    nail upon the highest and outlined out the whole
    thing with no need side effect , folks could take a signal.
    Will probably be again to get more. Thank you

  1. 08/12/2010 pukul 17:00
  2. 09/12/2010 pukul 02:49
  3. 14/12/2010 pukul 08:54

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: