Beranda > Ragam > Ralf Rangnick, Profesor Sepakbola Jerman

Ralf Rangnick, Profesor Sepakbola Jerman



Kesuksesan tim promosi Bundesliga, Hoffenheim, memuncaki klasemen winter break bukan merupakan kejutan semata. Klub dari desa yang berpenduduk hanya tiga ribuan jiwa tersebut benar-benar mempunyai kualitas untuk menjadi juara.

Bahkan, mulai pekan pertama Bundesliga 08/09 bergulir, Vedad Ibisevic dkk selalu tampil konsisten dan berada di papan atas. Wajar jika pelatih Bayern Muenchen, Juergen Klinsmann, mengatakan, “Jangan remehkan Hoffenheim. Mereka punya kemampuan dan modal cukup untuk juara.” Semangat tinggi para pemain dan dukungan modal cukup dari pemilik klub Dietmar Hopp, belum cukup untuk sukses besar. Masih ada rahasia lain dari fenomena yang ditebar Hoffenheim. Rahasia tersebut tidak lain adalah pelatih Ralf Rangnick. Dia tak hanya punya taktik dan strategi yang mumpuni, tetapi juga pendekatan yang istemewa.

Sebagai pelatih, Rangnick sudah kenyang asam dan garam di sepakbola Jerman, meski tak pernah menangani klub besar. Dia mengawali karier sebagai pelatih tim amatir Stuttgart. Pengalaman pertama menjadi pelatih senior adalah ketika menangani SSV Ulm 1846 pada awal 1980-an.

Sejak itu, Rangnick begitu intensif menjadi pelatih. Sempat kembali ke Stuttgart, dia kemudian melatih klub kecil lain, SSV Reutlingen pada 1995. Tahun 1997 dia kembali melatih SSV Ulm 1846 dan berhasil membawa klub tersebut promosi ke Bundesliga 2.

Dianggap sukses menangani SSV Ulm, Rangnick kembali dipanggil Stuttgart, namun kembali dipecat pada 2001. Rangnick lantas pindah ke Hannover, dia menunjukkan prestasi hebat dengan membawa klub itu promosi ke Bundesliga 1 musim 2001-02.

Selepas dari Hannover, Rangnick terus berpetualang, sempat menangani Schalke 04, kemudian pindah ke Hoffenheim pada musim 2006-07. Klub amatir itu dibawanya promosi ke Bundesliga 2. Musim berikutnya, 2007-08, dia kembali membawa sukses, meloloskan Hoffenheim promosi ke Bundesliga 1 untuk pertama kali dalam sejarah klub.

Sebuah prestasi luar biasa bagi Hoffenheim yang sebelumnya hanyalah berstatus tim amati.. Namun, Rangnick belum cukup sampai di situ, dia kini membawa Hoffenheim memimpin klasemen dan berpeluang menjuarai Bundesliga 1. Jika itu terjadi, maka akan terjadi sejarah besar di Hoffenheim.

Pengalaman segudang itu pula yang membuat Rangnick sering sukses menangani tim. Dalam sebuah wawancara dengan televisi, dia pernah begitu menggairahkan dan menarik memaparkan taktik dan strategi sepak bola. Itu sebabnya, dia kemudian dijuluki Profesor Sepak bola. Majalah Guardian menyebut Rangnick adalah tapak tilas jejak Arsene Wenger di Arsenal. Kebetulan, sosok Rangnick juga mengagumi koleganya asal Perancis tersebut.

Rangnick terkenal pintar meramu strategi. Dia seolah tahu, bagaimana menaklukkan lawan-lawan yang berbeda. Dia juga tak segan mengubah strategi di tengah permainan, jika dirasa permainan tim tak efektif. Selain itu, ada pendekatan khas yang dilakukan Rangnick kepada pemainnya. Dia sering tiba-tiba mengajak para pemain menonton tinju atau anggar. Ini jelas untuk rekreasi, tapi menurutnya juga untuk mengembangkan imajinasi pemain.

Ketika saat akan menghadapi pertandingan penting lawan Wolfsburg, sehari sebelumnya Rangnick mengajak para pemain Hoffenheim bermain bowling. Dan saat pertandingan, pemain-pemain Hoffenheim tampil begitu segar, penuh semangat, dan akhirnya menang. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan Rangnick. Dia tidak selalu menyuapi pemain dengan latihan fisik dan strategi, tapi juga memberi kesempatan berekreasi. (kcm/Zul/foto: sportgate.de)

  1. Belum ada komentar.
  1. 07/04/2011 pukul 06:07

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: