Beranda > Ragam > Jermaine Beckford, dari Wealdstone ke Leeds, lalu Premiership?

Jermaine Beckford, dari Wealdstone ke Leeds, lalu Premiership?


Jermaine Beckford, nama striker Inggris berusia 24 tahun ini mungkin masih asing di kalangan pecinta bola Indonesia, bahkan bagi mereka yang mengaku penggemar Liga Inggris sekalipun, maklum Beckford hanyal striker yang bermain di League One -kasta ketiga Liga Inggris- bersama Leeds United. Namun kolumnis The Sun, Chris Kamara, menyebut Beckford sebagai salah satu cerminan pemain yang berhasil mewujudkan impian mayoritas anak muda dari ekonomi miskin di Inggris menjadi pesepakbola kaya raya. “Beck’s hot streak at Leeds convinced many people he is the latest rags to riches footballing fairytale.”

Tiga musim lalu, Beckford dibeli Leeds dari “klub kampung” Wealdstone seharga 45 ribu pounds. Sebuah mimpi menjadi kenyataan bagi Beckford yang bermain bersama Wealdstone di Ryman League Premier, kasta kompetisi amatir di bawah Divisi Conference. Kevin Blackwell yang kala itu mengarsiteki Leeds kagum dengan catatan 50 gol Beckford bersama Wealdstone.

Awal karir Beckford di Leeds tidak berjalan seindah impiannya. Dengan tumpukan striker di Leeds seperti Richard Cresswell, David Healy, Robbie Blake, dan Rob Hulse, sulit bagi Beckford menembus tim inti Leeds. Kevin Blackwell pun berpikir realistis bahwa meskipun Beckford adalah pencetak gol tajam di kasta non-liga, dia belum siap bermain di kerasnya Championship. Beckford lantas dipinjamkan ke Scunthorpe dan Carlisle United.

Bersama Scunny -julukan Scunthorpe- yang memberikannya lebih banyak kesempatan bermain, insting gol Beckford mulai terasah di pentas Football League (asosiasi Liga Inggris di bawah Premiership, terdiri dari 3 divisi yaitu Championship, League One, dan League Two). Beckford turut mengantar Scunthorpe menjuarai League One dan promosi ke Championship pada musim 2006/2007, mencetak 8 gol dari 18 pertandingan, dan memperoleh penghargaan Football League Goal of the Season award. Sebuah pencapaian fenomenal bagi seorang pemain yang semusim sebelumnya belum merasakan sepakbola profesional.

Ketika Leeds terdegradasi ke League One pada 2007, manajer Leeds saat itu Dennis Wise menolak tawaran Scunthorpe sebesar 250 ribu punds untuk memiliki Beckford secara permanen. Leeds membutuhkan tenaga Beckford setelah ditinggal hampir sebagian besar pemainnya yang enggan bermain di League One, belum lagi masalah embargo transfer dan hukuman reduksi 15 poin untuk Leeds di awal musim.

Beckford membantu Leeds pada musim pertama di League One dengan torehan 20 gol, membawa Leeds ke fase playoff, namun gagal promosi ke Championship karena kalah 1-0 dari Doncaster Rovers pada final playoff di Wembley.


dari kiri: Robert Snodgrass, Jermaine Beckford, Jonny Howson, dan Fabian Delph

Catatan gol demi gol Beckford untuk Leeds menjadi lebih spesial karena minimnya kualitas pemain-pemain lokal yang dimiliki Leeds. Beckford dikenal sebagai striker potensial yang berkemampuan komplit. The Sun menulis “Jermaine’s strengths are two good feet, excellent aerial ability and great finishing.” Insting alaminya mencetak gol membatu Beckford meski minim dukungan rekan-rekannya di Leeds. Berlaga di League One, Leeds tidak lagi dihuni pemain-pemain tenar seperti awal 2000an. Kini gelandang-gelandang Leeds hanya sekelas Jonathan Douglas (timnas Irlandia), Andy Robinson (Wales), Neil Kilkenny (Australia), David Prutton, Robert Snodgrass, dan dua pemain timnas U-21 Inggris yang mulai menarik perhatian klub-klub Premiership, Jonny Howson dan Fabian Delph.

Hingga pekan 18 League One, Beckford mencetak 12 gol dalam 18 pertandingan bagi Leeds. Sementara torehan golnya di pentas piala adalah 7 gol, masing-masing 4 gol di Piala Carling, dan 3 gol di Piala FA. Selama di Leeds, lebih dari enam kali Beckford memperoleh penghargaan League One Player of The Month.

Melihat prestasinya bersama Leeds, tidak heran bila klub-klub Championship dan Premiership dikabarkan mendatangi Ken Bates –chairman Leeds yang mantan pemilik Chelsea sebelum didepak Roman Abramovich- dengan segepok uang untuk mengikat Jermaine Beckford. Tidak hanya Beckford, pemain muda Leeds lainnya yang kabarnya menjadi rebutan adalah gelandang berusia 18 tahun yang musim ini sudah mencetak 4 gol, Fabian Delph.

Dengan kondisi keuangan Leeds yang masih belum stabil dan gencarnya tawaran dari klub-klub dengan uang lebih, bukan tidak mungkin Beckford, Delph, dan pemain-pemain muda Leeds lainnya akan segera meninggalkan Elland Road dan League One. Meskipun manajer Leeds saat ini, Gary McAllister, percaya pemainnya memang pantas bermain di level yang lebih tinggi (Championship dan Premiership), tetapi tidak bersama klub lain, melainkan bersama Leeds.

(foto: leedsunited.com)

(artikel ini juga dimuat pada Lomba Menulis Artikel BOLANOVA)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: