Rising Star Liga Champions

Liga Champions Eropa memainkan matchday ketiga pekan ini setelah dua pekan rehat karena agenda kualifikasi Piala Dunia. Dari 36 tim yang bertanding di penyisihan grup, terdapat sejumlah bintang muda yang menyita perhatian publik sepak bola.
Bintang muda Fiorentina, Stevan Jovetic, mencetak dua gol kemenangan La Viola atas Liverpool dua pekan lalu, sementara Miralem Pjanic tengah on fire bersama Lyon. Keduanya mengikuti jejak Pato, Bojan Krkic, dan David Santon yang bersinar musim lalu.
Siapa saja bintang muda lainnya di Liga Champions tahun ini?
Holger Badstuber, 20 tahun, Bayern Munich
Sebelumnya tidak ada yang mengenal bek tengah Bayern Munich yang mengidolakan John Terry ini. “Terry sangat hebat, kuat di udara dan memiliki fisik hampir sama denganku, tidak salah bila aku ingin seperti dia,” ujar Badstuber kepada situs resmi UEFA. Badstuber selalu dipercaya Louis van Gaal bermain dalam tiga pertandingan awal Bayern Munich di Liga Champions tahun ini.
David De Gea, 18 tahun, Atletico Madrid
Ketika kiper utama Sergio Asenjo dipanggil timnas Spanyol dan Roberto yang berstatus kiper kedua cedera, De Gea langsung naik ke tim senior dan bermain baik saat menghadapi Porto pada matchday 2. De Gea mengikuti jejak dua kiper senior Spanyol, Iker Casillas dan Victor Valdes yang langsung menggagalkan tendangan penalti pada debutnya di tim senior ketika menang 2-1 atas Real Zaragoza.

Alan Dzagoev, bintang muda dari Rusia
Alan Dzagoev, 19 tahun, CSKA Moskow
Sempat jarang masuk tim inti sejak kedatangan pelatih baru Juande Ramos bulan lalu, Dzagoev yang digeser ke tengah sebagai playmaker telah mencetak dua gol untuk CSKA dalam dua pertandingan awal Grup B. Pelatih timnas Rusia, Guus Hiddink, lantas memanggil Dzagoev untuk debut di timnas Rusia bulan lalu. “Dia punya bakat alam dan pemain bertalenta,” kata Hiddink.
Eyal Golasa, 18 tahun, Maccabi Haifa
Disebut-sebut sebagai pemain masa depan Israel, Golasa menjadi pemain kunci lolosnya Haifa ke babak penyisihan grup dengan mengalahkan FK Aktobe dan dan mencetak gol ke gawang FC Salzburg di kualifikasi. Golasa bermain dalam dua pertandingan penyisihan grup sebelum mengalami cedera ketika melawan Bordeaux. Golasa dinilai memiliki gaya main yang mirip dengan mantan pemain Haifa yang kini bermain di Liverpool, Yossi Benayoun.
Emiliano Insua, 20 tahun, Liverpool
Cedera Fabio Aurelio membawa berkah bagi Insua untuk mendapatkan tempatnya di tim inti Liverpool sejak didatangkan dari Boca Juniors bulan Januari dua tahun lalu. Insua menjadi pilihan utama Benitez pada dua pertandingan awal penyisihan grup. Berkat penampilannya yang konsisten, pelatih timnas Argentina, Diego Maradona, memanggilnya ke timnas dan melakoni debutnya bersama Albiceleste ketika menang 2-1 atas Peru.

Jo-jo, makin bersinar bersama La Viola
Stevan Jovetic, 19 tahun, Fiorentina
Pemain asal Montenegro ini menjadi pemain muda paling bersinar di Liga Champions dan Serie A. Pemain yang memulai debutnya bersama Partizan saat masih berusia 16 tahun itu mencetak gol penting ke gawang Sporting Lisbon saat kualifikasi. Seolah tidak cukup, Jo-Jo -sapaan akrab Jovetic- dua kali membobol gawang Liverpool di Artmeio Franchi dua pekan lalu. Jovetic kini disebut-sebut sebagai calon penerus pemain legendaris Fiorentina dan Italia, Roberto Baggio.
Ismail Koybasi, 20 tahun, Besiktas
Pemain yang dibeli seharga 5,5 juta euro dari Gaziantepspor awal musim ini tersebut menjadi pemain paling konsisten di sektor bek sayap kiri Besiktas. Tidak hanya di level klub Koybasi menunjukkan crossing akurat dan dribelnya, namun juga di timnas Turki, di mana Koybasi telah mengoleksi tiga caps sejak debut bulan Agustus lalu.
Eliaquim Mangala, 18 tahun, Standard Liege
Mangala mencetak gol tercepat di Liga Champions hingga matchday ketiga, yakni hanya 119 detik setelah debutnya melawan Arsenal, tidak buruk bagi seorang bek tengah. Mangala merupakan pemain asal Prancis yang memiliki darah Kongo.
Thomas Muller, 20 tahun, Bayern Munich
Thomas Muller muncul di tengah keberadaan striker papan atas seperti Luca Toni, Ivica Olic, Mario Gomez, hingga Miroslav Klose. Permainan konsisten dan catatan lima gol meski kerap berstatus pemain pengganti membuatnya disebut sebagai penerus pemain legendaris FC Hollywood dan Jerman, Gerd Muller. Bukan kebetulan bila nama belakang keduanya sama, Muller. “Meski bermain buruk, dia tetap mencetak gol,” ujar Muller senior.

Miralem Pjanic (kanan), suksesor Juninho Pernambucano di Lyon
Miralem Pjanic, 19 tahun, Lyon
Lupakan nama Karim Benzema dari Lyon, kini telah ada Miralem Pjanic. Pemain kelahiran Yugoslavia yang pernah bermain untuk timnas Luksemburg U-17 itu menjadi pemain muda paling hot di Prancis saat ini. Awal musim ini Pjanic menelpon Juninho Pernambucano untuk memakai nomor punggung 8 yang dikenakan pemain asal Brasil itu. Pilihan Pjanic tidak salah karena pemain yang kini membela timnas Bosnia Herzegovina itu telah mencetak tiga gol di Liga Champions, salah satunya melalui tendangan bebas ke gawang Debreceni.
Pemain termuda di Liga Champions 2009/10:
Jack Wilshere, Arsenal (lahir 01 Januari 1992)
Eyal Golasa, Maccabi Haifa (07 Oktober 1991)
Timothee Kolodziejczak, Lyon (1 Oktober 1991)
Georgi Schennikov, CSKA Moskow (27 April 1991)
Nika Piliev, CSKA Moskow (21 Maret 1991)
—
(*) Oleh Zulfikar Aleksandri, editor di media online sepak bola nasional
Komentar Pembaca