Beranda > Editorial > Menunggu Debut Ibra – Eto’o

Menunggu Debut Ibra – Eto’o


Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic memenuhi keinginannya untuk meninggalkan Inter Milan dengan alasan telah meraih segalanya di Italia -kecuali Liga Champions- dan bergabung dengan tim juara Eropa sekaligus peraih “treble winnee” musim lalu, Barcelona.

Kepindahan Ibrahimovic ke Nou Camp diiringi bergabungnya Samuel Eto’o ke Inter Milan sebagai bagian dari transfer mantan bomber Ajax Amsterdam dan Juventus itu. Yang menjadi pertanyaan dan dinanti penggemar Barcelona dan Inter Milan adalah, mampukah penyerang baru mereka bersinar, bahkan meraih top skor musim depan?

Tidak ada yang meragukan naluri gol yang dimiliki Eto’o dan Ibrahimovic. Keduanya bisa mencetak lebih dari 30 gol dalam satu musim. Gol-gol dua penyerang itu mampu lahir dari kepala, kaki, hingga tumit.

Musim lalu Ibrahimovic menjadi cappocanonieri Seri A dengan 25 gol, sementara Eto’o, dengan 30 golnya, berada di posisi runner up El Pichichi setelah Diego Forlan (Atletico Madrid) yang mencetak 32 gol.

Di Liga Champions, musim lalu Eto’o mengoleksi empat gol dalam sembilan pertandingan, salah satu golnya adalah di final Liga Champions saat Barcelona mengalahkan Manchester United 2-0. Sedangkan Ibrahimovic, yang mengaku frustasi ketika Inter disingkirkan Setan Merah di babak 16 besar, hanya mencetak satu gol dalam tujuh pertandingan.

Samuel Eto'o, bomber baru Nerazzurri
Samuel Eto’o, bomber baru Nerazzurri

Dari produktivitas gol, Eto’o lebih unggul dibandingkan Ibrahimovic karena sejak bergabung dengan Barcelona dari Real Mallorca pada tahun 2004, Eto’o telah mencetak 107 gol dengan rincian 24 gol pada musim 2004/2005, 26 gol (2005/2006), 11 gol (2006/2007), 16 gol (2007/2008), dan 30 gol (2008/2009).

Ibrahimovic bergabung dengan Inter Milan dari Juventus pada musim 2005/2006 dan mencetak 15 gol pada musim perdananya di San Siro. Musim 2007/2008 Ibra mengoleksi 17 gol, dan mencapai puncaknya musim lalu saat meraih gelar top skor dengan 25 gol.

Faktor adaptasi dengan tim yang baru serta gaya permainan di sepak bola Spanyol yang lebih terbuka dan menganut sistem menyerang menjadi faktor produktifitas gol Eto’o yang cukup tinggi, bila dibandingkan dengan Ibrahimovic yang bermain di Italia dengan gaya permainan cenderung “defensif”.

Di Barcelona, Ibrahimovic akan dimanja dengan umpan-umpan akurat dari Xavi, Andres Iniesta, Lionel Messi, hingga rekan barunya di lini depan Los Azulgrana, Thierry Henri. Sementara Eto’o harus beradaptasi dengan gaya permainan Inter -dan Jose Mourinho- yang cenderung “lebih kaku” dibandingkan Barcelona. Namun Eto’o yang dikenal sebagai penyerang yang mau bekerja keras diprediksi tidak akan kesulitan beradaptasi dengan Nerazzurri dan Seri A.

Menarik ditunggu aksi-aksi Ibrahimovic dan Eto’o bersama tim baru mereka musim depan. Apakah Ibrahimovic akan meraih ambisinya di Barcelona untuk memperoleh titel Eropa, ataukah Eto’o akan membuktikan Barca salah “membuangnya” ke Italia. (*)

Baca juga: Menunggu Debut Ibrahimovic dan Eto’o

(*) Ditulis oleh Zulfikar Aleksandri, jurnalis dan kolumnis di media online sepak bola nasional.

About these ads
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: