Beranda > Internasional > Yanks: Yes We Can

Yanks: Yes We Can

Timnas Amerika Serikat
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Amerika Serikat tampil di final kejuaraan sepak bola FIFA (pria). Sebuah pencapaian fenomenal bagi sepak bola Amerika setelah menyingkirkan jawara Eropa sekaligus tim peringkat nomor satu dunia, Spanyol.

Gol Jozy Altidore (27) dan Clint Dempsey (74) memastikan satu tempat di final bagi Sams Army sekaligus mematahkan rekor tak terkalahkan Spanyol dalam 35 pertandingan (sejak Nopember 2006) dan 15 kemenangan beruntun La Furia Roja, julukan Tim Matador Spanyol.

Sebelumnya tidak ada yang menjagokan Amerika mampu mengalahkan Spanyol. Pada babak penyisihan grup, gawang Amerika pun dibobol tiga kali oleh Italia dan Brasil. Stripes and stars bahkan menjadi tim pertama dalam sejarah yang lolos peyisihan grup hanya dengan tiga poin dan perbedaan gol yang minus.

Clint Dempsey
Clint Dempsey, membawa Sams Army ke final Piala Konfederasi (foto: fifa)

Bek kiri Spanyol, Joan Capdevila, mengaku sebelum pertandingan dirinya mendapat pesan dari Jozy Altidore yang merupakan rekan setimnya di Villarreal. Altidore meminta Spanyol berhati-hati saat bertemu AS. “Dia (Altidore) mengirimkan pesan agar kami hati-hati. Namun, bahasa Spanyolnya tidak bagus sehingga saya berpikir dia keliru dalam mengirim pesan,” ujar Capdevila.

Tahukah anda:
Gol Jozy Altidore ke gawang Spanyol merupakan gol ke-300 di ajang Piala Konfederasi.

Gol pertama Piala Konfederasi yang disebut juga sebagai Festival Para Juara (Festival of Champions) dicetak oleh Fahad Al Bishi saat Arab Saudi menang 3-0 atas Amerika Serikat pada 15 Oktober 1992.

Sudah bukan rahasia bila pamor sepak bola di Amerika Serikat masih kalah dengan basket (NBA), american football (NFL), hoki es (NHL), bahkan Nascar, meski Amerika pernah mencatat rekor penonton terbanyak saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994.

American Football
Inilah “football” menurut orang Amerika: American Football (foto: zimbio)

Major League Soccer (MLS) yang menjadi top-flight kompetisi sepak bola Amerika Serikat masih kental dengan pemain-pemain Hispanik (Meksiko dan Amerika Latin) dan Eropa, yang memang lebih populer kompetisi sepak bolanya.

Tahukah anda:
Kapten Amerika, Carlos Bocanegra, (bisa dilihat dari namanya) memiliki keturunan Latin. Dalam bahasa Spanyol, nama belakangnya bermakna “dark mouth”.

“Tentu saya gembira kami mampu mengalahkan Spanyol yang merupakan tim nomor satu dunia. Victory itu buah kerja keras dan komitmen tim untuk tampil lebih baik menghadapi Spanyol,” ujar Tim Howard, kiper AS yang bermain di Liga Primer Inggris bersama Everton.

Tahukah anda:
Menurut FIFA.com, Tim Howard merupakan penerus kiper-kiper legendaris yang terus dimunculkan oleh Amerika, seperti Tony Meola, Kasey Keller, dan Brad Friedel.

Bagi Howard, final Piala Konfederasi merupakan final keduanya dalam satu bulan ini setelah sebelumnya membawa Everton di final Piala FA, meski kalah 1-2 dari Chelsea. Sejumlah pemain Amerika pun bermain di Inggris, seperti Clint Dempsey (Fulham), Jay DeMerit (Watford), atau Carlos Bocanegra (eks Fulham), Benny Feilhaber (eks Derby County), dan Oguchi Onyewu (eks Newcastle United).

Tahukah anda:
Bek Amerika, Oguchi Onyewu, memiliki julukan “Gooch” dengan nama lengkap yang dilafalkan “Oh-Gooch-ee Own-YAY-woo”. Sebelum menjadi pemain sepak bola, Onyewu pernah berkarir sebagai pemain basket.

Inggris dan Amerika memiliki rivalitas dan gengsi tinggi dalam sepak bola, seperti halnya masing-masing mengklaim “football” dan “soccer”. Tapi, meski timnas Inggris U-21 mampu mencapai final di Piala Eropa U-21 2009 di Swedia, orang Inggris -khususnya- kini tidak lagi memandang sebelah mata sepak bola Amerika.

Green Street Holligan
Elijah Wood sebagai “Yankee” dalam film Gree Street Holligan

Masih ingat bukan bagaimana Pete (Charlie Hunnam) mengejek Matt (Elijah Wood) yang berasal dari Amerika dan tidak mengenal permainan yang diklaim milik Inggris, “football”, dalam film Green Street Holligan. Orang Inggris menyebut Matt dkk sebagai “Yanks” atau “Yankee” yang hanya ikut-ikutan main bola dengan nama “soccer”.

Yanks Abroad
Yanks Abroad, website update pesepakbola Amerika yang bermain di Eropa

Final terakhir Inggris di kejuaraan FIFA level senior adalah saa mereka menjuarai Piala Dunia 1966, lebih dari 40 tahun lalu di Wembley. Setelah itu, The Tree Lions tidak pernah lagi mencapai final, meski selalu dijagokan dalam setiap event Piala Dunia dan Piala Eropa yang mereka ikuti. Bahkan pada 1996 saat Inggris menjadi tuan rumah Piala Eropa dengan slogan “Football Coming Home”, gelar juara malah jatuh ke rival mereka, Jerman.

Tahukah anda:
Gelandang Amerika, Benny Feilhaber, lahir di Rio de Janeiro, Brasil, negara yang akan menjadi lawan AS di final Piala Konfederasi 2009.

Sebelum menjadi pemain profesional, Feilhaber adalah pemain klub sepak bola kampus, UCLA Bruins. (University of California, Los Angeles)

Miss US
Tim Howard, Oguchi Onyewu, dan Carlos Bocanegra bersama Miss Amerika, Lauren Perry (foto: mnt-ussoccer)

Sehari jelang pertandingan final, Stripes and Star mendapat tamu istimewa, yakni Miss AS, Lauren Perry. Di negara yang sama, Afrika Selatan, Perry akan mengikuti ajang Miss World pada Desember mendatang.

Brasil, yang menjadi lawan mereka di final, tertolong oleh gol tendangan bebas Daniel Alves menjelang akhir pertandingan pada semifinal menghadapi tuan rumah Afrika Selatan. Sepanjang tahun 2009, Selecao di bawah pelatih Dunga mencatat rekor belum terkalahkan.

Tahukah anda:
Brasil menjadi tim yang paling sukses mencetak gol dari luar kotak penalti dalam 11 gelaran Piala Dunia sebelumnya. Prosentase gol jarak jauh Selecao adalah 27,2 persen.

Yes We Can

Ada satu catatan unik dari tim Paman Sam. Pelatih Bob Bradley memiliki satu kalimat khusus untuk memacu motivasi Clint Dempsey dkk saat mengalahkan Spanyol di semifinal. Kalimat itu adalah “Yes We Can”, yang identik dengan presiden AS, Barack Obama.

Apapun hasil yang diraih anak asuh pelatih Bob Bradley pada final Piala Konfederasi melawan Brasil di Stadion Ellis Park, Johanesburg (28/6), juara CONCACAF (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara) itu telah mencatatkan kejutan besar sebelum digelarnya Piala Dunia di tempat yang sama tahun depan.

Meski tengah diselimuti duka karena meninggalnya raja pop dunia, Michael Jackson (26/6) kemarin, “Yankees” pantas mengingat 28 Juni sebagai hari bersejarah bagi sepak bola Amerika, saat The Star-Spangled Banner -lagu kebangsaan yang selalu dinyanyikan setiap pertandingan NFL, MLS, NHL, MLB, atau NBA- kini juga dinyanyikan pada partai final kejuaraan FIFA, sejajar dengan tim pemegang rekor lima kali juara dunia, Brasil. (zul)

Highlight Final Piala Konfederasi
Amerika Serikat vs Brasil 2-3
(2-0)

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.