Vedad Ibisevic, Permata dari Hoffenheim
Ketika awal Bundesliga musim 2008/09 bergulir, tidak banyak kalangan yang memperhitungkan klub sekelas Hoffenheim. Dengan status tim promosi dan dihuni pemain-pemain “kelas dua”, klub yang musim lalu menjadi runner up Divisi Dua tersebut diprediksi sulit bersaing dengan tim-tim mapan di Bundesliga seperti Bayern Muenchen, Werder Bremen, Schalke 04, VfB Stuttgart, atau Hamburg SV. Nyatanya, hingga paruh musim (winterbreak), Hoffenheim masih kokoh di puncak klasemen, meskipun akhir pekan lalu kalah tipis 1-2 dari Bayern Muenchen di Allianz Arena melalui gol Luca Toni di menit-menit akhir. Raihan poin Bayern dan Hoffenheim kini sama. Keduanya dipastikan beriringan di posisi 1 dan 2 klasemen sebelum paruh musim.
Apa yang istimewa dari Hoffenheim? Salah satu yang menjadi pusat perhatian publik bola adalah ketajaman striker mereka, Vedad Ibisevic. Pemuda 24 tahun kelahiran Bosnia Herzegovina tersebut adalah top skor Hoffenheim sekaligus top skor Bundesliga dengan 16 gol dari 16 pertandingan. Artinya, Ibisevic selalu mencetak gol di setiap pertandingannya hingga paruh musim 2008/09. Sebuah catatan yang membuat banyak klub-klub besar Eropa antri untuk mengejar tanda tangan Ibisevic.
Awal karir Ibsevic tidak semulus musim perdana Hoffenheim di Bundesliga. Pada tahun 2000 silam, dia bergabung dengan tim junior FC Basel di Swiss hingga 2003, lantas pindah ke Missouri (AS) di St. Louis University mengikuti keluarganya yang pindah ke Amerika. Di negeri Paman Sam, Ibisevic bergabung dengan klub St. Louis Universirty. Bakatnya semakin terasah ketika pindah ke tim senior St. Louis Strikers hingga klub MLS, Chicago Fire merekrutnya.
Performanya yang menonjol selama memperkuat beberapa klub di AS membuat Ibisevic dipanggil tim nasional Bosnia dan Herzegoniva U-21. Dari pentas internasional U21 itulah bakatnya kembali tercium klub Eropa. Paris Saint Germain (PSG) yang kebetulan dilatih manajer senegara Ibisevic, Vahid Halilhodzic, mencium potensi besar pada diri pemain dengan tinggi 1,89 meter itu. Ibisevic pun diboyong ke Paris, namun karirnya tidak begitu bersinar lantaran hanya mendapat kesempatan tampil sebanyak empat pertandingan. Dia pun kemudian dipinjamkan ke klub Divisi II Perancis, Dijon FCO pada 2005.
Satu musin di Perancis, Ibisevic hijrah ke Jerman bersama klub Divisi II Bundesliga, Alemannia Aachen, pada musim panas 2006. Hanya satu musim Ibisevic bermain di Aachen. Pada 12 Juli 2007, Ibisevic resmi digaet TSG 1899 Hoffenheim.
TSG 1899 Hoffenheim menjadi awal puncak karir Ibisevic. Kontribusi dan ketajamannya di Carl-Benz-Stadion (kandang Hoffenheim) melambungkan klub gurem tersebut ke sepakbola elite Jerman (Bundesliga). Di Bundesliga, Hoffenheim (dan Ibisevic) tampak bukan seperti klub promosi yang baru pertama kali merasakan atmosfir Bundesliga. Top skor yang diraih Ibisevic dan posisi puncak klasemen Hoffenheim adalah buktinya. Sebuah pencapaian fenomenal yang akan menjadi sejarah apabila mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir musim. Bukan tidak mungkin, Hoffenheim akan mengikuti jejak 1FC Kaiserslautern yang menjuarai Bundesliga dengan status tim promosi.
Kini, Ibisevic bak permata yang diburu para saudagar. Apabila mampu terus bermain konsisten, bisa dipastikan kubu Hoffenheim akan sibuk mengangkat telepon dari klub-klub besar Eropa yang menginginkan striker kelahiran 6 Agustus 1984 tersebut. (Zul)
Profil Vedad Ibisevic
Nama: Vedad Ibisevic
Lahir: Vlasenica, SR (Bosnia & Herzegovina)
Tanggal: 6 Agustus 1984
Tinggi: 1,89 m
Posisi: Striker
Karir klub:
2000-2001 — FC Basel 1893
2003 — St Louis University
2003 — St Louis Strikers 6 (8 gol)
2004 — Chicago Fire Premier 3 (3)
2004-2005 — Paris Saint-Germain 4 (0)
2005-2006 — Dijon FCO 33 (10)
2006-2007 — Alemannia Aachen 24 (6)
2007-… — TSG 1899 Hoffenheim 42 (19)
Karir Timnas
2007-… Bosnia & Herzegovina 8 (1)
(foto: focus.de)
Komentar Pembaca