Debut Amburadul Klinsi
2 Borussia Dortmund v Bayern Munchen 1
Ekspektasi tinggi mengiringi kedatangan Juergen Klinsmann sebagai pelatih baru Bayern Munchen. Klinsmann diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Bayern di pentas Eropa. Namun, harapan tersebut tampaknya harus sedikit direm. Setidaknya, itu mengacu pada kegagalan Klinsmann mempersembahkan trofi pertama bagi Bayern di ajang Piala Super Jerman 2008.
Dalam partai final dini hari kemarin (24/7), FC Hollywood (sebutan Bayern Munchen) harus mengakui keunggulan Borussia Dortmund. Duel di kandang Dortmund, Signal Iduna Park, itu dimenangi oleh tuan rumah 2-1 (2-0).
Piala Super Jerman tahun ini mempertemukan Bayern sebagai jawara Bundesliga musim lalu melawan Dortmund sebagai runner-up Piala Jerman (DFB Pokal). Dortmund berhak tampil karena juara Piala Jerman musim lalu juga Bayern.
Kemenangan Dortmund kemarin menahbiskan mereka sebagai tim yang paling sering menjuarai Piala Super Jerman, yakni empat kali. Empat kemenangan tersebut diraih pada 1989, 1995, 1996, dan 2008. Khusus pada 1989, gelar itu diraih Dortmund setelah menekuk Bayern.
Tampil di hadapan sekitar 50 ribu penonton, Dortmund bermain lebih agresif dan efektif, khususnya di babak pertama. Hasilnya, mereka leading dua gol. Gelandang serang Timnas Polandia Jakub “Kuba” Blaszczykowski membuka keunggulan menit ke-29. Selang empat menit, Tamas Hajnal menggandakan kemenangan tuan rumah. Bayern baru bisa memperkecil ketinggalan melalui pemain pengganti Mehmet Ekeci pada menit ke-72.
Kegagalan Bayern merengkuh trofi Piala Super Jerman menjadi peringatan awal bagi Klinsmann. Meski punya skuad bagus, itu bukan jaminan Klinsi -sapaan akrab Klinsmann- bisa dengan mudah memenangi setiap even. Apalagi, mantan pelatih Timnas Jerman di Piala Dunia 2006 itu terkesan over confidence.
Sebelum pertandingan, Klinsi menyatakan bakal mempersembahkan Piala Super Jerman sebagai trofi pertamanya bagi Bayern sejak ditunjuk menjadi pelatih per 1 Juli lalu. Namun, selalu ada alibi atas sebuah kekalahan. “Pertandingan lebih sekadar hiburan. Terlalu dini untuk menilai kinerja tim kami di sepanjang musim nanti. Sebab, kami masih dalam progres menuju peak performance,” terang Klinsmann sebagaimana dilansir AFP.
Pelatih 43 tahun itu beralasan, sebagian pemain pilar, khususnya yang membela timnas negara masing-masing di Euro 2008, belum dalam kondisi bugar. Karena itu, Klinsi mengganti Luca Toni, Bastian Schweinsteiger, dan Miroslav Klose saat turun minum. “Kami juga belum komplet karena belum bisa memainkan Franck Ribery (cedera ligamen kaki kiri dan baru bisa main sekitar September, Red),” imbuh mantan penyerang Timnas Jerman dekade 1990-an tersebut.
Jika Klinsmann gagal mempersembahkan trofi perdana bagi Munchen, lain halnya dengan Juergen Klopp. Piala Super Jerman menjadi kebanggaan Klopp yang baru ditunjuk menjadi pelatih Dortmund menggantikan Thomas Doll pada akhir Mei lalu. “Kami juara karena bermain lebih disiplin dan penuh determinasi,” ujar Klopp setelah menerima trofi juara dari Gerd Muller (legenda Bayern) dan Sigi Heldt (legenda Dortmund) kepada Kickers.
BORUSSIA DORTMUND:
Roman Weidenfeller (g); Antonio Rukavina, Neven Subotic, Mats Hummels, Dede; Tamas Hajnal/Giovanni Federico (60′), Sebastian Kehl, Jakub Blaszczykowski/Marc-Andre Kruska (60′), Delron Buckley/Florian Kringe (46′); Nelson Valdez/Diego Klimowicz (71′), Mladen Petric/Bajram Sadrijaj (86′)
PELATIH: Juergen Klopp
BAYERN MUNCHEN:
Michael Rensing (g); Willy Sagnol/Daniel van Buyten (46′), Martin Demichelis, Lucio, Christian Lell; Hamit Altintop/Mehmet Ekici (71′), Mark Van Bommel, Tim Borowski/Andreas Ottl (46′), Bastian Schweinsteiger/Toni Kroos (46′); Luca Toni/Lukas Podolski (46′), Miroslav Klose/Joseph Ngwenya (46′)
PELATIH: Juergen Klinsmann
(sumber: Jawapos)
Komentar Pembaca