Sejak Mei lalu, Ole Gunnar Solskjaer (foto) resmi menjadi pelatih tim cadangan Manchester United, menyusul mutasi Brian McClair dan Jimmy Ryan yang kini mengepalai akademi taruna United.
Pemilihan itu terasa wajar karena figur Solskjaer adalah pemain yang banyak disukai di Old Trafford. Tapi, pemain berjuluk Baby-Faced Assassin itu menegaskan dia takkan memanfaatkan popularitasnya untuk berkompromi ketika melatih.
“Apa yang bagus untukku saat berusia 18 atau 19 tahun tak lagi sesuai dengan pemain berusia 18 atau 19 tahun saat ini,” tukasnya dalam laman United. “Aku belajar banyak ketika aku masih seumur itu.”
“Aku rasa pemain harus sedikit dipaksa. Tidak mudah menjadi pemain profesional, aku kira mereka harus berupaya keras. Aku ingin melakukannya. ini tantangan besar.”
Pemain asal Norwegia itu menghabiskan akhir karirnya dengan deraan cedera. Setelah memutuskan pensiun musim lalu, Solskjaer mewujudkan impiannya untuk melejitkan pemain muda berprospek cerah di klub yang membesarkan namanya itu dengan menjadi pelatih.
Saat cedera, Soslkjaer tetap giat berlatih menjaga kebugarannya. Terkadang, pria berusia 35 tahun itu berlatih bersama tim cadangan, bahkan tim taruna United.
“Beberapa kali aku berlatih bersama tim taruna musim lalu,” ujarnya. “Terkadang aku meminta Choccy [Brian McClair] untuk bergabung dengan latihan tim cadangan, sekadar menantang diri sendiri karena saat mengambil kursus kepelatihan, Anda akan jarang berlatih.”
“Aku menikmatinya dan kini, itu menjadi tanggung jawabku. Sebuah tantangan yang sama besarnya.” (Agung Harsya, goal.com)
Filed under: Premiership , gunnar, manchester, ole, solskjaer, united


