Invasi Matador ke Turki

Daniel Guiza, top skor La Liga 2007/2008, anggota skuad timnas Spanyol peraih titel Eropa, lebih memilih “hijrah” ke ranah Arab bersama Fenerbahce yang bermain di Superliga Turkiye (Divisi Utama Liga Turki). Sebuah fenomena yang unik, bukankah dengan predikat top skor salah satu liga terbaik di Eropa sekaligus menyebet trofi Hendru Delaunay bersama tim Matador, Guiza “tidak sulit” menemukan klub-klub di liga utama Eropa (Inggris, Italia, hingga Jerman) atau tetap di La Liga dengan klub yang “lebih besar” (musim lalu Guiza bermain untuk Real Mallorca) dan mengejar gelar juara?

Kabar dari harian olahraga terbesar Spanyol, Marca, Guiza telah menandatangani kontrak dengan Fenerbahce dengan nominal dan durasi yang dirahasiakan. Namun dari sumber internal Mallorca, jawara Turki tersebut telah mentransfer kocek senilai lebih dari 15 juta pounds ke Spanyol, jumlah yang sangat besar untuk ukuran klub “sekelas” Liga Turki.

Sebelumnya, Luis Aragones, pelatih yang juga “mengasuh” Dani Guiza hingga merebut gelar Eropa di Austria-Swiss lalu, telah lebih dulu menandatangani kontrak untuk melatih di Fenerbahce pasca mengundurkan diri dari Tim Matador Spanyol setelah memberikan gelar juara.

Banyak pihak menyebut, faktor kedekatan Luis Aragones dengan Dani Guiza menjadi faktor penting kepindahan Sang Matador ke Turki. Aragones bisa meyakinkan Guiza karena Fenerbahce musim depan akan bermain di kompetisi paling elit Eropa, Liga Champions.

Di sanalah nantinya Guiza akan menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang El Picichi, top skor La Liga. Guiza harus menunjukkan kepada publik bahwa pindah ke Liga Turki tidak membuat naluri golnya menurun. Caranya? Dengan menjebol gawang tim-tim elit Eropa macam Real Madrid, Barcelona, MU, hingga Juventus pada Liga Champions nanti.

Dan bila hal tersebut terealisasi, tampaknya Fenerbahce hanya akan menjadi tempat singgah sementara bagi Guiza, karena bisa dipastikan klub-klub top Eropa akan kembali mengejar tanda-tangannya. (zoel)

(foto: elmundodeportivo.es)

Tinggalkan Balasan