Pemain favoritku, Harry Kewell, akhirnya musim depan resmi bermain di klub Turki, Galatasaray, setelah kontraknya dengan Liverpool habis akhir musim lalu. Persis seperti salah satu artikel di detiksport.com, sebenarnya aku juga sedikit kecewa ketika Kewell pindah ke klub yang pernah mempunyai luka lama dengan klub favoritku, Leeds United. Dikabarkan bahwa kepindahan Harry “Harold” Kewell ke Turki untuk bergabung dengan Galatasaray menyisakan sakit hati bagi sebagaian besar fans Leeds United, klub yang melambungkan nama Kewell di persepakbolaan Inggris.
Kewell ke Galatasaray: Bukan Bermaksud Tak Hormati Leeds
Cerita kepindahan Harry Kewell ke Galatasaray ternyata mengundang kemarahan sebagian suporter Leeds United. Kewell pun membantah dirinya tak lagi menghormati Leeds.Keputusan Kewell memang memancing marah publik Elland Road. Ingatan mereka melayang ke peristiwa berdarah yang melibatkan Leeds dan Gala dalam semifinal Piala UEFA delapan tahun silam.
Di Istanbul, tahun 2000, dua orang suporter Leeds tewas saat mengikuti timnya bertandang. Christopher Loftus dan Kevin Speight, dua fans Leeds, meregang nyawa akibat ditusuk.
Kewell saat itu adalah pemain Leeds. Wajar kemudian kepindahan Kewell dari Liverpool ke klub Turki itu sepekan lalu mengundang kecaman. Menanggapinya, Kewell pun mengirim sebuah surat terbuka kepada SkySports yang ditujukan oleh para suporter Leeds.
“Cinta dan hormat saya untuk Leeds FC dan apa yang telah klub lakukan kepada saya takkan pernah berubah; apapun yang orang katakan tentang saya dan apapun motifnya. Perasaan sedih dan simpati untuk keluarga Loftus dan Speight tetap bersama saya,” tulis Kewell.
Untuk menunjukkan kesungguhannya bersimpati, di Galatasaray pemain berkebangsaan Australia berusia 29 tahun itu memilih nomor punggung yang sama dengan yang ia kenakan saat masih membela Leeds.
“Saya memilih nomor 19 ketika bergabung dengan Galatasaray sebagai tanda respek untuk Leeds karena itu adalah nomor yang saya dapat di Leeds saat saya untuk pertama kalinya masuk starting eleven di sana,” lanjut dia.
“Saya merasa itu mungkin akan menunjukkan bahwa saya tidak melupakan awal dari semuanya dan saya berharap semoga itu akan jadi sebuah jalan kecil untuk menolong penyembuhan tragedi yang terjadi pada 5 April 2000,” tandas Kewell. (arp/ian, sumber: detiksport.com)
Sebenarnya aku lebih suka Kewell gabung dengan AS Roma, tapi keputusan tersebut adalah hak pemain. Semoga menjadi yang terbaik bagi mantan winger gondrong Leeds tersebut dan bermain lebih baik dan berkembang daripada menjadi cadangan di Anfield.
DIarsipkan di bawah: Premiership | Ditandai: australia, harry, inggris, kewell, liga, liverpool, transfer, turki

